-->
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

A Quote...

" Seorang jenius bukanlah ia yang selalu merumitkan sesuatu yang sederhana, tetapi ia yang tahu kapan waktu yang tepat untuk merumitkan yang sederhana dan menyederhanakan yang rumit..... "

01:52 AM : Aku, hanya seonggok Ilyas kecil...

cakcaknangkarak.tumblr.com/

Penasaran ?? Klik disini...

Rabu, 30 Januari 2013

Belajarlah dari Sang Bambu Tua !!


Angin sangat bersemangat sekali malam ini, ya semangat untuk menepis beberapa helai daun dan merangkai bunyinya menjadi sebuah alunan melodi nan mistis dan damai....
Aku mencoba keluar melihat keadaan sekitar, beberapa bisikan mulai mempengaruhiku untuk tidak melakukan itu.. Tapi.. ya namanya juga seorang penderita Insomnia yang sedang bosan mengarungi dunia maya, maka akhirnya aku keluar juga..

                                                       ***

Terlihat beberapa kelelawar sedang asik menari-nari menikmati indahnya cahaya sang bulan, namun tampaknya sang bulan tidak senang... ia membelokan cahayanya pada sudut lain dan seketika menarik perhatianku ... 

Bambu... 
Pohon Bambu... 
Itulah yang sang bulan sinari.. 

Aku termenung... 
Terdiam... 
dan sesekali berpikir dalam untuk bisa memahami perilaku sang bambu.. 

Meliuk-liuk seakan tak berdaya menahan terpaan angin.. Aku khawatir ia tak akan sanggup menerima tekanan yang begitu besar itu... 

                                                       *** 

Aku melirik kesamping, sebuah pohon yang tak jelas jenisnya ini (karena gelap dan sedikit pencahayaan) berdiri angkuh menyombongkan kekuatan kambiumnya... 

Ya engkau memang besar dan kuat wahai pohon, tapi aku tetap bertaruh untuk sebuah pohon bambu yang tak berdaya disana itu lebih dapat bertahan walaupun diterpa ganasnya angin malam..
Ia seakan-akan menerima tantanganku... Dengan cepat ia menahan dan melawan sang angin.. Keringat sang angin seakan-akan menetes tepat jatuh dipelupuh mataku, ya ia bersusah payah mencoba menumbangkan sang pohon berkambium.. 

"Huh, lihat saja.. ", aku mulai bergumam dalam hati.. " 1 Terpaan... 2 Terpaan..." " 8 Terpaan... 10 Terpaan !! " Bruuk !! Sang pohon kambium akhirnya tumbang juga... haha akhirnya tumbang !!

                                                       ***

Kemudian pandangan ku beralih pada sang bambu tua tadi... 
aku rasa sudah berpuluh-puluh terpaan angin telah ia rasakan.. 
Namun, tetap bertahan hingga kini... 
Mengapa ya ? Aku berpikir hingga jauh ke dalam...  

                                                       *** 

Ya sekarang aku tau jawabannya.. 
Perbedaan antara si pohon berkambium dan sang bambu tua.. 
Perbedaan terbesar adalah ketika bagaimana kedua makhluk itu menyikapi tekanan.. 

Pohon pertama menyikapinya dengan berusaha melawan, tetapi perlawanan tentu ada batasnya.. Ia akan kehabisan tenaga dan hancurlah dia diterpa angin... 
Sedangkan pohon bambu tua itu menyikapi sebuah tekanan dengan sangat bijaksana.. Bukan melawan atau bernafsu mengalahkan tekanan itu.. Justru ia menikmatinya.. Ya dan tekanan itu bahkan memberikan kekuatan sendiri baginya untuk melewati beberapa terpaan.. 

Aku rasa kondisi itu bisa saja terjadi pada kehidupan manusia..
Bagi ia yang belum terbiasa dengan sebuah tekanan, pasti akan berusaha melawan tekanan untuk terbebas dari kondisi itu.. Jika ia dapat terbebas, maka itu tidak akan bertahan lama.. Ketika tekanan itu datang lagi dan terus datang, otak dan hatinya akan berontak tidak akan menerima keadaan tersebut.. Alhasil depresi, stress dan lama kelamaan akan hancur.. Persis seperti yang terjadi pada pohon berkambium.. 

Tekanan alangkah lebih baik jika disikapi dengan bijaksana... Seperti yang telah diajarkan oleh sang bambu tua.. Berusahalah untuk menikmatinya.. Tekanan memiliki sesuatu hal yang dapat mengakselerasikan kemampuan-kemampuan diri kita menjadi lebih baik.. Ya setidaknya itu yang aku rasakan selama ini.. 

"Banyak hal-hal baru yang kau temui jika telah mencoba menikmatinya (tekanan) wahai sang pohon berkambium..." Aku mulai menceramahinya.. Ya untung saja ini malam hari, coba kalau siang.. Bisa-bisa seantero kampung meneriaki ku orang gila.. 

malam yang damai... 
                                                        *** Penasaran ?? Klik disini...

Jumat, 10 Juni 2011

Adakah yang Mau Menerima Saya Apa Adanya ?




Adakah yang mau menerima saya apa adanya ?
Adakah ?
Adakah ?
Atau mereka hanya menikmati kelebihan saya saja ?
Lantas bagaimana dengan kekurangan saya ?
Ataukah….

Beberapa tahun yang Lalu

Dalam komunitas tertentu saya sering kali tidak dianggap ataupun tidak dihargai sama sekali. Bahkan mereka bisa-bisanya menghujat saya tanpa alasan tertentu. Mungkin memang ada alasan, tapi alasan yang tidak pantas disebut sebagai alasan. Perbedaan. Ya itulah satu-satunya benteng yang dapat mereka jadikan sebagai tempat berlindung.

Hmmm…. Baru kali ini saya menghirup udara sang sumatera. Waktu dimana saya dan keluarga pertama kali berlabuh di suatu tempat bernama Aceh. Pada awalnya saya sangat sulit berbaur dengan teman sebaya. Entah apa alasannya, tapi mungkin karena saya berbeda. Berbeda dalam hal suku, gaya bicara, sikap, dan lain-lain. Dalam hal suku, jelas saya berbeda karena saya berasal dari Pulau Jawa begitupula dengan gaya bicara. Nah, dalam hal sikap mungkin saya sedikit berbeda dengan manusia-manusia di bumi ini. Aneh, itulah kata yang pertama kali terlintas jika melihat saya. Karena “aneh” ini pula lah, mungkin saya sering di acuhkan dan tidak diperhitungkan.

Lalu bagaimana ketika saya kembali ke tanah Jawa ? Mereka pun begitu. Saya sering disepelekan dan tidak dianggap. Mungkin karena saya sudah beradaptasi dengan darah Sumatera sehingga membuat saya berbeda kembali. Apakah itu sifat asli manusia ? Mari kita tanya diri kita masing-masing.

Kini

Saya perlahan-lahan mulai merasakan arti bersosialisasi dan bergaul dengan orang banyak. Mau tahu penyebabnya ? Sebab pertama karena darah saya sudah mulai berubah menjadi Jawa. Anda semua mengerti kan apa yang saya maksud dengan “darah” ? Sebab kedua yang saya rasa paling berpengaruh yaitu karena saya sudah bisa perlahan-lahan menutupi sifat “aneh” saya. Entahlah, mungkin karena saya sudah sedikit menjadi remaja menuju kearah dewasa.

Dalam hati kecil, terkadang saya merasa kasihan dengan “saya kecil” yang baru mengenal dunia. Ia belum bisa mengendalikan keanehannya. Oleh karena itu, begitu terjun ke lautan manusia, langsung ditenggelamkan tanpa ampun dengan perihnya hujatan-hujatan. Akibatnya lihatlah saya sekarang. Saya menjadi orang yang tidak PD (Percaya Diri) apabila tampil di depan banyak orang. Apakah itu adil ? Sungguh, sungguh tidak adil. Sama sekali tak adil.

Yang sangat saya sesalkan mengapa manusia-manusia itu tega melakukan hal seperti itu terhadap saya ? Mengapa saya tidak diberi sedikit kesempatan untuk berubah ? Akankah mereka sadar atas apa yang mereka lakukan ? Mari sekali lagi kita tanya diri kita masing-masing.
Penasaran ?? Klik disini...

Jumat, 03 Juni 2011

Keluhan Sang Bumi part I


Ada apa dengan zamaaaaaan iniiiiiiiiiiiiii ?? (#sambil teriak)

Zaman dimana keegoisan manusia semakin merajalela, tidak peduli dengan sesama dan tidak peduli dengan lingkungan. Huffft (#menghela napas panjang)
Lihatlah sekarang keadaan kota-kota besar ! Sampah bercecer di sungai-sungai dan asap kendaraan mengepul tinggi menghilangkan keindahan sang pagi. Tidak bisakah mereka (baca:manusia-manusia)mengalah sedikit untuk lebih menghargai sang bumi ?? Bisakah ??
Mari kita tanya diri kita masing-masing.

Hooeeekkkk ! Bau tidak sedap menusuk hidung saya. Sampah-sampah membusuk di sungai-sungai kecil dan membuat warnanya hitam sekelam kelakuan para pembuang sampah itu. Tidakkah mereka berpikir bahwa yang mereka lakukan itu dapat merusak keseimbangan alam ?? Atau mereka hanya memikirkan tentang diri mereka sendiri ?? Kasian makhluk-makhluk kecil yang hidup dalam sungai tersebut. Manusia telah merampas hak hidup mereka secara paksa. Sungguh tragis. Benar-benar tragis.

Tolong !! Saya tidak dapat bernapas ! Tenggelam dalam kepulan asap beracun yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Ya benar, kendaraan-kendaraan itulah yang mengemisikan mereka. Kendaraan yang berbunyi bising dan sering dibanggakan oleh manusia-manusia saat ini. Mereka sengaja dikendarai dengan alasan untuk memudahkan dan mempercepat perjalanan para manusia. Tapi bagaimana dengan efek sampingnya ?? Apakah para manusia itu memikirkannnya ? atau malah mereka tidak mau tahu ? Huuhh... lagi-lagi para manusia itu penyebabnya.

Memang saya maklumi bahwa pada zaman modern seperti ini manusia-manusia tersebut harus memiliki mobilitas yang sangat tinggi untuk berada dalam tempat berbeda dalam waktu yang singkat. Itu sih sah-sah saja mereka menggunakan jasa sang kendaraan bermotor. Tapi hal tersebut harus ada batasannya juga, yaitu hanya untuk urusan yang sangat penting saja. Lalu bagaimana dengan para pelajar atau pekerja (misalnya) yang masih bisa mengusahakan menggunakan kendaraan tak bermotor ?? Nah, itu yang sangat saya sesalkan. Mereka masih bisa pakai sepeda (misalnya) untuk menempuh perjalanannya. Kalau memang perjalanannya terlampau jauh, mereka dapat memulai bersepeda dengan waktu yang lebih awal. Marilah kita sedikit berkorban demi keseimbangan alam, demi kelangsungan hidup saya sebagai sang bumi.

Terus terang saja saya sangat iri dengan suasana zaman dahulu dimana semuanya masih natural. Tidak ada gas beracun yang berlebih, tidak ada sampah-sampah yang menggenang. Makhluk hidup pun terjamin hidupnya. Akankah semua itu hanya imajinasi belaka ?? TIdak !! Kita dapat mengusahakannya lagi dari awal, asalkan zat yang bernama "EGOIS" itu bisa dikurangi sedikit demi sedikit.

Tolonglah wahai manusia ! Tolong mengerti akan saya. Saya ingin hidup lebih lama, saya ingin melihat bagaimana lucunya anak dan cucu kalian. Terlebih lagi, umur saya sudah tidak muda lagi. Itulah satu permintaan terkahir saya untuk anda para manusia !
huuffffttttt (#menutup dengan menghela napas panjang)
Penasaran ?? Klik disini...

Senin, 25 April 2011

Kita adalah Apa yang Kita Pikirkan ???


Kali ini saya ingin mengeluarkan uneg-uneg yang beberapa hari ini merasuki pikiran saya. Mari kita telusuri uneg-uneg itu he..he…
“Kita ini adalah apa yang kita pikirkan”, tetapi anehnya “Apa yang kita pikirkan terkadang berbeda dengan kenyataan”. Itulah yang akhir-akhir ini menghuni pikiran kosong saya. Ya memang, ada sau kejadian yang memacu saya berpikir seperti itu. Bukan hanya sekali saja kejadian itu terjadi, tetapi beberapa kali !

Mungkin sudah tidak asing lagi kata-kata mutiara (bisa dibilang begitu) “Kita ini adalah apa yang kita pikirkan” terdengar di telinga kita. Makna yang terpendam dari kalimat itu adalah tentang kekuatan pikiran yang menjelma menjadi sebuah sugesti dan dapat mendobrak rintangan sekokoh apapun untuk dapat terwujud. Ya hanya dengan pikiran, tentu saja bukan sembarang pikiran. Jika kita sewaktu-waktu berpikir ingin menjadi dokter, maka kita akan menjadi dokter kelak kemudian hari. Hal tersebut tentu saja tidak lepas dari usaha yang menunjang untuk mencapai terwujudnya pikiran itu.

Dalam kalimat itu juga tergambar sebuah kekuatan yang amat besar, yang dapat membuat mimpi kita tercapai, FOKUS !!! Ya memang kekuatan focus itu luar biasa DAHSYAT (Eiiittttsss, bukan program musik lho…he…he..). Bayangkan dengan kekuatan focus sinar laser dapet menembus baja yang begitu tebalnya. Nah, mengapa tidak kita belajar dari sinar laser ??? Dengan memikirkan suatu mimpi, maka bayangan tentang semua jalan untuk mencapai mimpi tersebut akan terlihat. Kemudian sedikit demi sedikit kita akan terfokus untuk menempuh dan menggapai mimpi tersebut. Percaya tidak percaya, percayalah. He…he…

Sesuai dengan penjelasan saya di awal tadi bahwa terkadang apa yang kita pikirkan berbeda dengan kenyataan. Mungkin kita akan bertanya-tanya, bukankah kita ini adalah apa yang kita pikirkan ?? Oleh karena itu bukankah jika kita menghendaki menjadi sesuatu, maka kita pasti menjadi sesuatu tersebut ?? Memang benar saudaraku (Jiiiaaahhh… SKSD nih…hehehehe) apa yang kau katakan, tetapi engkau seolah-olah menghiraukan satu dzat yang paling besar, yang paling berkehendak, dari semua benda yang ada di alam semesta ini, Allah S.W.T. Allah S.W.T yang menciptakan dan mengatur semua benda yang ada di sekitar kita, begitu pula dengan kita. Oleh karena itu tidak semua “kita ini adalah apa yang kita pikirkan”. Allah S.W.T lah yang maha mengetahui, sang pembuat skenario kehidupan yang terbaik buat kita.
Penasaran ?? Klik disini...

Minggu, 30 Januari 2011

Nilai Kasih Sayang Seorang Ibu

Pernahkah anda bayangkan seberapa besar nilai kasih sayang seorang ibu ? Ia yang mengurus kita dari lahir hingga besar seperti ini. Ia melakukan semua itu dengan rasa ikhlas dan tanpa pamrih. Agar lebih menyadari besarnya nilai kasih sayang seorang ibu, mari kita simak cerita di bawah ini.

Seorang anak mendapati ibunya yangsedang sibuk di dapur. Kemudian ia menuliskan sesuatu di selembar kertas. Ibunya menerima kertas tersebut dan membacanya.

" Ongkos Upah membantu Ibu :
- Membantu ibu di warung ------------- Rp20.000
- Menjaga adik ------------------------- Rp20.000
- Membuang sampah ------------------- Rp5.000
- Membersihkan tempat tidur ---------- Rp10.000
- Menyiram bunga --------------------- Rp15.000
- Menyapu ----------------------------- Rp15.000
Total-----------------------------------Rp85.000 "

Selesai membaca ibu tersebut tersenyum sambil mengambil pena. Kemudian menuliskan sesuatu di belakang kertas yang sama.
" Ongkos upah merawat anakku :
- Mengandung selama 9 bulan --------------------------------- GRATIS
- Tidur malam karena menjagamu ---------------------------- GRATIS
- Air mata yang menetes karenamu --------------------------- GRATIS
- Khawatir memikirkan keadaanmu --------------------------- GRATIS
- Menyediakan pakaian,makanan, dan segala keperluanmu ---- GRATIS
Total nilai kasih sayangku ------------------------------------- GRATIS "

Air mata si anak berlinang setelah membacanya. Lalu ia peluk ibunya erat-erat dan berkata, " Aku sayang Ibu ! ". Kemudian ia mengambil pena dan menulis di kertas yang tadi ditulisnya :

"LUNAS"

Karya : NN
Penasaran ?? Klik disini...